Jumat, 27 Mei 2011

KAU TEMANKU?

Aku telah berteriak pada angin yang kosong
Menarikmu dari definisi cintamu yang ser0ng
Aku bukan orang suci
Tapi hatiku terkoyak mend0akanmu
Meminta, mengharap, memaksa dan mengemis pada Tuhan
Agar kau tak lagi disana
Ketika kau berpikir
Saat kau kesepian
Atau ketika kita sedang berbincang

Tapi aku hanya patung
Dengan ejekan tak pernah tahu arti cinta
Seberapa banyak kau tahu tentangku?
Kau hanya tahu tahi lalatku dikiri
Tapi tak tahu dimana hatiku.

Ada bintang disana dan aku terbang
Menari seperti lagu itu
Di langit yang hitam pada awan yang banyak
Tak ada apapun ditanganku
Tak ada rantai dikakiku
Ada pedang dihatiku
Ada darah dimataku
Tak ada aku disini
Tak ada aku disana
Karena ini sakit teman.

Senin, 09 Mei 2011

KOMUNIS CINTA KAMPRET (Seorang Payung)

Pada malam yang bicara

Pada kesabaran sarkasme

Pada retakan-retakan penantian

Pada lutut yang tertanam

Pada kata yang menari hampa

Pada pikir yang jenuh

Pada dua setengah lingkaran yang ujungnya bengkok

kau pencintanya,

menghitung nol nol nol nol nol di belakang satu

diam terbahak

menghitung kosong kosong kosong kosong kosong di depan kita



seperti semut berlenggok di atas kertas putih

kau tak selamanya disitu

kau pikir itu manis?

Tidak

Itu kampret!



Malam pun diam

Kesabaran lelap

Hancur itu menanti

Lutut seperti mata kaki

Kata itu sudah mati

Pikir seperti tak pikir

Dibatas garis lurus itu

Kau budaknya,

Menelan satu di depan nol nol nol nol nol

Kau tersenyum

Memuntahkan kita didepan kosong kosong kosong kosong kosong



Kau pikir kau semut

kau kampret diatas kertas putih

Rabu, 16 Maret 2011

DEISME

Membuahi
Membuahi
Setelah punya kaki
Dia pergi

Satu dulu tak bisa dibagi
Tapi
Malam tadi
Seperti kemarin hari
Dia punya dua hati
Dan pergi

Dia bukan dewi wisnu
Dia peranakan deisme
Sesukanya, semaunya

Jangan aku kau batasi
Untuk menulis tentangnya
Silahkan panggil aku terkutuk
Aku tak peduli
Aku hanya ingin bercerita
Tentang seorang perempuan
Dengan etika pikirku yang letih
Tentang deisme

Deisme….
Aku terjaga menunggu
Deisme….
Aku terlelap
Deisme
Aku terbangun
Deisme
Deisme
Deisme!!!!!!
Aku menangis

Minggu, 06 Maret 2011

PEREMPUAN TAK BOLEH MENANGIS

Bicaralah padaku
Mengapa cinta itu seperti kaos kakiku
Hitam putih, pendek, bercontreng di ujung
Atau seperti penjilat hati
Yang tertawa bernada tangis?

Aku memikirkanmu
Yang masih basah dalam bara
Hilang pada pusaran keras ego
Kau masih disana?
Kau masih disana.

Hatiku terluka
Tak berdarah karena aku adalah kertas
Cabik saja, sayat saja, bunuh saja
Lalu telan tapi muntahkanlah
Biar aku selalu ada
Selalu disini
Memejam, menunduk menuduh bumi

Aku ingin ke horizon
Aku ingin duduk
Aku ingin menatap
Aku ingin diam
Aku tak ingin menangis
Karena aku perempuan
Adalah kertas
Yang hanya bisa hancur
Jika ditetesi air mata





Malam terakhir depan tembok kuning hijau,
060311
23:15 pm

Kamis, 17 Februari 2011

SUDAH LARUT MARUT

Sudah….

Sudahlah…

Hitammu tak lagi pekat untuk sembabkan kata

Di plastik itu hati tapi siapa peduli

Lolongan cintakah yang kau dengar?

Seperti anjing-anjing malam di pekuburan

Esok tak ada lagi



Larut…

Merajalah…

Putih ini bukanlah warna, hapus saja.

Seperti dia mencintainya pada udara tak bernama

Mengipas pada debu yang dia sebut itu kasih

Di tempat yang sama ku injak sebelumnya



Marut…

Kubutuh bahumu, setengah saja

Jilati air mata itu lalu merapuh pun tak apa

Asal kau mengerti bahwa dia lama terkulai

Sampai beberapa pemenggalan yang bisa kau hentikan

Atau pada beberapa yang tak bisa dia hentikkan



Sudah larut marut….

Tapi kau tak mengerti

Sampai dia buat kau mengerti?

Suatu saat nanti?

Bintang atau Binatang Malam (perbedaan ekstrimitas bila kau mengerti maksudku)


Bukan langit itu hitam pada malam

Malam itu sekilas terang

Dieja bintang atau binatang?

Pada mata, pada lampu, pada pohon

Hanya mereka yang tahu tapi tak mau tahu



Diluar dan keluar. Bisakah diulangi? Diluar dan keluar!

Dengarlah Jangkrik memuji, jangkrik menyindir

Apakah bedanya lagi?

Mereka tak merasa padahal sudah merasa



Pagi jaga, mereka juga

Sama…

Tapi

Berkelip, berkedip

Itulah bedanya

Kamis, 18 November 2010

MUNGKIN TUHAN LUPA MENULIS CERITA CINTA DALAM HIDUPKU PADA WAKTu DIA MENCIPTAKANKU


Aku berjalan melingkari bulan
Menukik pada satu garis ekstrim yg tak biasa
Biarkan dia mencintaiku
Sampai bintang2 gemetaran
Aku menunggu
Terpesona dan terganggu

Pada suatu ketika pelangi sudah diujung lidah
Dia mengata di lapang hatiku tentang cinta
Aku mengitari sebentuk senyum dilangit
Bahagia melewati petak2 kisah yg terdiam

Semua indah namun tak putih
Seperti bermandikan biru langit yg luntur
Tak tega membuat cahaya mentari patah2
Aku berhenti menulis tentang cinta
Tersenyum terluka karena kita ada pada beda

Di kemalaman ini
kubuat kemungkinan
Mungkin dilangit ini
Tuhan lupa menulis cerita cinta untukku
Seperti kemarin

Aku kembali melingkari bulan